Program magang Mojok.co kembali dibuka tahun ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya program ini merupakan program tahunan yang komprehensif dan memberikan ruang belajar yang terbuka bagi para mahasiswa dan fresh graduate yang ingin mengenal lebih dekat dunia kerja sebuah media.
Tidak hanya sebatas belajar teori, para peserta magang diajak untuk langsung terlibat dalam aktivitas redaksi dan produksi, Mulai dari terjun ke lapangan, riset, menulis, hingga produksi konten.
Lama Program Magang
Program magang ini berlangsung selama tiga bulan, terhitung sejak tanggal 7 Juli 2025 sampai 7 Oktober 2025, dan di ikuti oleh enam peserta yang berasal dari berbagai kampus di Yogyakarta.
Mereka adalah Mikail, Melinda an khotibul yang berasal dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dann Universitas Islam Indonesia (UII). Ketiganya ditempatkan di Departemen Liputan Mojok.
Kemudian ada Kharisma dan Ivana, dua fresh Graduate yang menaruh minat besar pada dunia menulis dan ditempatkan di Terminal Mojok, dan yang terakhir Anta, seorang mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergabung di DepartemenVideo.
Belajar Bersama Redaksi
Bagi Mikail, Melfinda dan Khotibul, magang di Mojok menjadi pengalaman pertama mereka bekerja langsung di dunia media. Mereka belajar bagaimana cara dunia media berjalan, mulai dari riset, wawancara, hingga penulisan naskah.
Setiap minggu, ketiganya mengajukan ide liputan. Setelah ide di acc mereka langsung terjun langsung kelapangan untuk bertemu dengan narasumber dan mengumpulkan bahan tulisan. Ada yang menulis soal budaya, ada pula yang menyoroti isu-isu sosial dengan pendekatan khas mojok.
Begitu proses penulisan selesai. naskah mereka dikirimkan ke redaktur untuk diperiksa dan diberikan saran agar narasi tulisan menjadi lebih baik dan enak dibaca. Proses ini lah yang menjadi ruang belajar bagi para mereka untuk belajar langsung bersama redaktur selama magang
Dunia Terminal
Berbeda dengan departemen Liputan, Ivana dan Kharisma yang berada di Terminal Mojok lebih banyak bergelut dengan dunia tulis menulis dan menyunting naskah. Keduanya sudah menyukai menulis sejak lama, bahkan memiliki blog pribadi. Bagi mereka magang di Mojok menjadi ruang baru untuk berkembang dan mengasah skill menulis yang sebelumnya sudah mereka miliki.
Di Terminal Mojok, tulisan tidak hanya soal rapi dan informatif, tapi juga punya ciri khas yang kuat dari penulis. Bersama salah satu redaktur Mojok “Mas Seno” Kharisma dan Ivana banyak belajar, bagaimana, cara mengedit tulisan yang baik hingga merubah pengalam pribadi atau opini ringan menjadi sebuah tulisan yang menghibur para pembaca.
Belajar Produksi untuk Mengabdi
Sementara itu, Anta menghabiskan masa maganya di Departemen Video, Bagian dari tim yang mengelola channel Mojokdotco di platform YouTube.
Saat magang ia belajar banyak hal teknis, mulai dari mengatur pencahayaan, merekam menggunakan kamera hingga mengedit video dan thumbnail.
Bagi Anta, tantangan terbesar justru terletak pada pola adaptasi dengan gaya mojok yang khas, bagaimana merubah informasi yang serius menjadi humor yang ringan.
Selama Magang Anta sering kali mengikuti proses produksi beberapa program mojok, Mulai dari program Putcast yang berada di dalam studi hingga program kalcersok yang blusukan ke kebun bersama narasumber.
Lebih dari Sekadar Magang
Bagi Mereka, magang di Mojok bukan hanya soal bekerja tapi juga soal belajar budaya dan suasana yang unik di kantor Mojok.
Selama tiga bulan, tidak hanya belajar teknis, tapi juga membangun relasi, menulis dan berdiskusi dengan kru mojok lainya.
Karena sejatinya pengalaman adalah bekal utama yang berharga untuk menuju langkah berikutnya—entah melanjutkan perkuliahan atau bahkan meniti karir yang lebih baik.








