Berkumpul dalam hobi yang sama, merapatkan barisan untuk berbuat sesuatu adalah sebuah kolaborasi indah. Seperti halnya malam itu, minggu (28/12), Mojok Football Comedy, Metronome dan Bumi Mataram Kotagede, berkumpul di Lapangan Karang Kotagede, untuk menggelar pertandingan sepak bola. Kali ini bukan sekedar fun match untuk mengolah tubuh dan berkeringat saja. Tetapi malam itu, tiga kesebelasan bertanding dalam laga amal untuk saudara-saudara kita di Sumatra yang terkena bencana alam.
Solidaritas dan Kebersamaan Laga Amal
Malam itu, sepak bola menjadi bahasa bersama. Para pemain dari tiga kesebelasan—yang datang dari beragam latar belakang profesi—menanggalkan sekat-sekat keseharian dan menyatu dalam satu lapangan. Ada yang sehari-hari berkutat di dunia kreatif, ada yang bekerja di sektor profesional, ada pula yang menjadikan sepak bola sebagai pelepas penat di sela rutinitas. Semua disetarakan oleh satu semangat: berolahraga, bersenang-senang, sekaligus berbagi.
Sebagai bagian dari laga tersebut, Mojok turut ambil bagian memeriahkan suasana. Mojok Football Comedy hadir bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga membawa semangat khas Mojok: cair, akrab, dan penuh canda. Kompetisi tetap ada, tetapi tidak pernah mengalahkan tujuan utama yaitu kebersamaan dan kepedulian.

Sepak Bola sebagai Ruang Amal
Pertandingan demi pertandingan berjalan dengan seru, tidak ada dominasi yang terlalu terlihat. Alurnya mengalir alami, dengan tempo yang cukup kompetitif namun tetap santai. Dari situ atmosfer laga terasa berbeda. Sepak bola tak lagi semata soal skor atau kemenangan, melainkan medium untuk menggalang donasi, mempererat kebersamaan dan menumbuhkan solidaritas.
Di luar lapangan, semangat amal juga terus berdenyut dari para suporter dan masyarakat. Dana yang terkumpul pada pertandingan tersebut nantinya akan diperuntukkan sebagai pendukung program pemberdayaan ekonomi bagi warga yang terkena dampak bencana alam sumatra. Harapannya, bantuan ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menjadi penopang awal bagi warga untuk bangkit lagi.
Malam itu menjadi pengingat bahwa solidaritas bisa hadir dari mana saja, termasuk dari lapangan sepak bola. Berkumpulnya pemain dari berbagai latar belakang dalam satu semangat menjadi pemandangan yang sederhana, namun terasa penting.
Mojok, bersama Metronome dan Bumi Mataram Kotagede, menunjukkan bahwa kolaborasi sederhana pun bisa membawa dampak nyata.
Sampai jumpa di pertandingan laga amal selanjutnya untuk tertawa, berlari dan membentang kebaikan bersama.








