“Seandainya Tan Malaka hidup di abad ini, apa yang akan dia tulis untuk kaum muda Indonesia?”
Lebih dari 100 tahun lalu, Tan Malaka menulis sebuah pamflet yang padat dan bertenaga dengan judul: Naar de Republiek Indonesia.
Pamflet politik ini dituliskan di saat dia habis sakit akut, dan jauh dari tanah air. Sementara, situasi di tanah air, gonjang-ganjing, tidak jelas, dan rumit. Perpaduan antara represi kolonial yang meningkat, pertikaian antar-kelompok gerakan yang memanas, dan kecemasan banyak orang atas masa depan pergerakan.
Hal yang kurang-lebih mirip dengan apa yang mungkin sedang terjadi sekarang ini, tentu dengan konteks sosial-politik yang sama.
Maka bersama Zen RS, penulis yang mencoba memberi telaah kritis pada pamflet tersebut, kita bisa mencoba menengok zaman ketika Tan menuliskannya, namun sekaligus memberanikan diri untuk berimajinasi: Seandainya Tan hidup di zaman sekarang, pamflet politik apa yang akan dia tulis?