Menulis merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting di zaman modern. Karena dengan adanya tulisan, kita tidak hanya bisa menyampaikan informasi, tetapi juga menyalurkan perasaan, pikiran, dan pengalaman kepada orang lain tanpa harus bertatap muka secara langsung. Menulis menjadi medium yang mampu menjembatani jarak, waktu, bahkan emosi.
Namun, kegiatan menulis yang satu ini terasa berbeda dari biasanya. Pada Sabtu, 17 Januari 2026, Mojok menyelenggarakan sebuah acara menulis yang unik dan tak biasa. Jika umumnya menulis identik dengan esai, cerpen, atau puisi, kali ini peserta diajak untuk menulis surat—bukan untuk manusia, melainkan untuk anabul kesayangan mereka.
Acara yang Unik
Nama acaranya yang unik sontak mengundang rasa penasaran. Siapa sangka, menulis surat untuk anabul bisa menjadi sebuah kegiatan yang hangat dan penuh makna? Ide yang mungkin tak terpikirkan oleh banyak orang ini justru menjadi daya tarik utama acara tersebut.

Acara ini semakin menarik dengan hadirnya Prima Sulistya sebagai narasumber. Dengan pengalamanya di dunia menulis dan kedekatannya dengan hewan peliharaan, ia menghadirkan suasana obrolan yang santai, akrab dan penuh cerita.
Meski cuaca saat itu tidak bersahabat, antusiasme para peserta tidak kendor dengan jas hujan, mereka tetap datang dan menerjang hujan demi menghadiri acara Workshop suka-suka di Akademi Bahagia ini.
Rangkaian Acara
Rangkaian kegiatan mengalir begitu saja. Acara dibuka dengan sesi ngobrol santai, dimana pada sesi ini Prima mengajak para peserta bernostalgia dan saling berbagi pengalaman tentang hal hal lucu saat memiliki anabul hingga momen-momen emosional yang tak terlupakan.
Setelah itu, peserta diajak masuk ke inti acara: menulis surat untuk anabul mereka. Dalam suasana hujan yang dingin tapi hangat, goresan pena mulai bergerak diatas kertas. Ada yang menulis dengan tersenyum ada pula yang sesekali terdiam dan larut dalam ingatan perasaan. Semua harapan dan kesedihan menyatu dalam sebuah tulisan.

Setelah menulis, acara kemudian berlanjut ke penutup, para peserta membacakan isi dari surat mereka. Momen ini menjadi salah satu bagian yang berkesan, karena masing-masing surat tersimpan cinta yang tulus dan hubungan emosional yang begitu dalam antara peserta dan anabulnya.
Keseluruhan acara terasa dekat dan sangat mendalam, Mojok berhasil menghadirkan pengalaman menulis yang bukan hanya kata-kata, tapi juga kenangan yang paling jujur.








